Sudah sangat wajar sekali jika anak - anak khususnya para balita melakukan berbagai hal dalam keseharian nya seperti bermain dan melakukan banyak hal termasuk perilaku yang sedikit nakal. Di usianya yang sangat belia anak – anak belum bisa membedakan mana hal baik dan buruk namun sangat mengherankan sekali ketika polisi harus menangkat balita, anak usia dibawah lima tahun karena melakukan kasus tindak kejahatan atau kriminal. Bagaimana mungkin anak sekecil ini dianggap sudah melakukan kejahatan kriminal atas kesadarannya sendiri, seperti yang terjadi pada balita berikut ini dimana mereka harus berurusan dengan polisi karena dianggap telah melakukan kejahatan atau kasus kriminal.




1. Nazim (1 Tahun) – Dituduh menghasut dan mengintimidasi Pihak kepolisian India, di negara bagian Uttar Pradesh, Nazim yang pada saat itu bersama dengan ayahnya Yasen, dituduh telah menghasut dan mengganggu keamanan jalannya pemilu yang sedang berlangsung ditempat itu. Polisi setempat memang ditugaskan untuk menjaga dan menangkap siapa saja yang mengganggu jalannya pemilu. Dan mereka tidak akan segan – segan untuk menangkap pelaku meskipun ia hanya seorang balita.



2. Dillan Warden (3 Tahun) – Melanggar Ketertiban Umum Karena Buang Air Kecil Di Depan Rumah Bocah asal Piedmont, Oklahoma ini dianggap sudah melanggar aturan kebersihan umum yaitu karena buang air kecil dihalaman rumahnya. Suatu hari Dillan sedang bermain dihalaman rumahnya yang cukup luas, karena sudah tidak tahan untuk buang air kecil, akhirnya ia buang air kecil dihalaman rumah. Saat bersamaan kemudian polisi mendapati aksinya dan memberikan surat pelanggaran karena telah buang air kecil ditempat umum. Menurut sang ibu Ashley Warden, polisi bernama Ken Qualls, melihat Dillan sedang membuang air kecil dan dia menganggap anaknya telah melakukan kejahatan terhadap publik yaitu melanggar kebersihan umum. Setelah menerima surat itu, Sang ibu mengajukan surat keberatan kepada polisi, namun surat itu ditolak dan Dillan harus menghadapi persidangan sebulan setelah kejadian itu.



3. Muhammad Mosa Khan (9 Bulan) – Menjalani Sidang Setelah Dituduh Ingin Bunuh Polisi Bayi laki – laki berusia 9 tahun muncul disebuah pengadilan di Negara Pakistan untuk menghadiri sidang terhadap dirinya setelah dituduh merencanakan pembunuhan kepada polisi. Bayi yang sedang memegang botol susu itu sambil diduduk pangkuan ayahnya. Dia ditangkap kepolisian dengan laporan bahwa dirinya mengancam polisi dan ikut campur tangan dalam sebuah insiden penggrebekan yang dilakukan polisi untuk menangkap tersangka pencuri gas di kota Lahore. Pihak kepolisian setempat melaporkan bahwa saat itu Mosa Khan hendak membunuh petugas dengan melemparkan batu ke arah mereka saat melakukan penggrebekan. Ayah Mosa Khan mengatakan anggota keluarganya telah memprotes perlakuan ini namun pihak hakim tidak mampu mengabaikan kasus terhadap Mosa Khan karena berada diluar Yuridiksinya. Kejadian ini membuat Mosa Khan dibawa ke pengadilan. Bayi mungil ini menghadapi tuduhan bersama anggota keluarganya.



4. Ravi (2 Tahun) – Dijadikan Tersangka Pencurian Oleh Polisi Balita berusia 2 tahun ini ditangkap dengan tuduhan pencurian di Desa Bajecna, Kanpur 20 September 2015 lalu. Dia dianggap berkomplot dengan 3 pelaku dewasa, salah satunya adalah pamannya yang diduga telah merencanakan kasus pencurian. 3 tersangka dewasa lebih dulu ditangkap dan dipenjara, tapi ketika polisi hendak menangkap Ravi, sang Bapak segera membawa anaknya ke pengadilan dan mengadukan tindak penyidikan kepolisian di Utarr Pradesh kepada jaksa setempat. Pejabat kepolisian segera menyadari kesalahan anak buahnya lalu memerintahkan status tersangka dicabut. Tidak jelas kenapa nama Ravi bisa dimunculkan sebagai tersangka untuk kasus pencurian. Polisi juga enggan memberi keterangan tambahan apakah balita ini diajak pamannya ketika sedang mencuri atau tidak.



5. Ahmed Mansour Qurani Ali (4 Tahun) – Dipenjara Seumur Hidup Sebuah kejadian aneh terjadi di Mesir, pengadilan militer memutuskan untuk menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada balita. Balita 4 tahun ini tercatat sebagai salah satu dari 15 terpidana yang di vonis hukuman berat karena terlibat dengan aksi demonstrasi penentangan kudeta militer di Mesir pada tahun 2014 lalu. Padahal juru bicara dipengadilan Kolonel Mohammed Samir mengatakan seharusnya hukuman ini jatuh kepada remaja berusia 16 tahun atas nama Ahmed Mansour Qurani Sharara, karena kemiripan nama pengadilan militer ini ternyata salah tangkap. Pengadilan telah bertindak kurang bijak dan kurang teliti. Anak ini baru dilahirkan september 2012, jadi ketika itu usia nya masih belum genap 2 tahun. Pengacara Ahmed, Faisal Ashad juga mengajukan dokumen akte kelahiran, guna membuktikan jika Ahmed Mansour Qurani Ali masih berusia 1 tahun pada saat itu. Dan ini juga membuktikan bahwa sang hakim tidak membaca kasusnya dan tidak ada keadilan untuk balita malang tersebut.



6. Suryakant Paswan (5 Tahun) – Dianggap Mengganggu Ketertiban Pemilu Bocah berumur 5 tahun di negara bagian Bihar, India didakwa telah mengganggu ketertiban dalam sebuah pemilihan anggota dewan desa. Dia diharuskan membayar uang tebusan 20.000 Rupe atau setara dengan 4 Juta Rupiah agar tidak ditahan didalam penjara. Berbagai laporan menyebutkan penangkapan yang menimbulkan kemarahan penduduk dikawasan itu. Warga setempat mengatakan penangkatan yang salah alamat dan mereka semestinya menangkap kakaknya Srikant Paswan. Polisi mengatakan mereka salah tulis nama anak yang dimaksud, ia menambahkan bahwa polisi mengajukan perubahan itu ke pengadilan. Selama Pemilu Dewan Desa di Bihar, 300 ribu orang telah didakwa melakukan tindak melanggar ketertiban umum.

Thursday, May 5, 2016 Posted in | , | 0 Comments »

One Responses to "Kasus Kriminal Yang Melibatkan Balita"

Write a comment